🕊️

Sebuah Anomali.

Dari miliaran skenario yang mungkin terjadi di semesta, mengenalmu di layar kotak pada tahun 2020 adalah ketidaksengajaan favoritku.

🥹
🏃🏻‍♂️
🥀
💪

Titik Balik.

Melihatmu tertawa bersama dia di kantin rasanya seperti badai di kemarau panjang. Patah? Jelas.

Tapi dari frustasi itu, angka 98 turun menjadi 59. Sebuah transformasi gila, karena aku terlalu benci menjadi pria yang hanya menatap dari kejauhan.

🏍️
🌧️
1 Desember 2023, Surabaya.

Ironi Hujan.

Sedikit nekat menerjang hujan ke Surabaya usai Jum'atan. Niatnya menjagamu agar tak terjatuh, lucunya... aku yang tergelincir pelan ke dalam pelukan hangatmu.

Hari itu, dua sendok makan terasa mengenyangkan jika lauknya adalah degup jantungku sendiri.

🌙
🕰️
8 Desember 2023, 23:00.

Kepastian.

Bukan lagi tentang menunggu dalam diam atau sekadar menatap dari jauh.

Malam itu di Alun-Alun Jombang, di bawah langit malam Jumat, aku memastikan bahwa cerita panjang yang melelahkan ini... memiliki namamu sebagai tujuannya.

🥰
💖
💍
❤️‍🔥

I Love You.

Terima kasih sudah bertahan, Marcella Fredelia Agatha.

Menjadi kompas saat aku tak tahu arah, menjadi hangat di setiap dinginnya realita kita. Biarkan dunia berputar, asal tanganku tetap menggenggammu.

Waktu yang kita lalui bersama:

— Gilang Raja rizqi andana